Selasa, 04 Juni 2013

"Belajar Mendengarkan"

Lagi-lagi, salah satu tulisan gw, 4 tahun lalu. Sayang sekali kalau ngga gw tampilkan.
Simak ya ^_^

MENDENGARKAN

Kapan terakhir kali anda benar-benar mendengarkan, saat orang lain sedang berbicara? Mungkin banyak dari anda yang akan menjawab bahwa anda selalu mendengarkan. Tapi apakah sudah mendengarkan dengan baik?
Baru tadi pagi saya mengalami pembicaraan yang berkaitan dengan “mendengarkan”. Saya cerita ke rekan saya, bahwa dari kemarin saya sakit dan sebenarnya hari ini rencananya tidak mau masuk kantor, tapi mengingat tugas-tugas yang ada, akhirnya saya masuk. Tapi dia malah merespons dengan juga menceritakan keluhan dia. Dia juga batuk dan nanti siang mau ke dokter. Merasa kurang direspons, saya mencoba menarik perhatian lagi dengan bercerita bahwa seharusnya saya masih beristirahat di rumah, mana ternyata bos juga tidak masuk. Dan dia kembali merespons dengan menceritakan keluh kesah nya. Menurut saya ini contoh di mana orang tidak mendengarkan. Memang benar, teman saya itu juga sakit, tapi alangkah baiknya jika dia terlebih dahulu merespons cerita saya, baru dia bercerita bahwa dirinya juga sakit. Jika demikian, pasti saya juga akan memberikan respons penuh perhatian kepadanya. Tapi karena dia dari awal tidak memberikan perhatian itu kepada saya, saya pun akhirnya tidak mau meresponsnya.
Bagi saya sangat penting untuk mendengarkan. Karena dengan mendengarkan, kita bisa merasakan apa yang dirasakan orang lain. Dengan demikian kita juga bisa menunjukkan perhatian kita pada orang yang sedang bercerita. Dari contoh di atas, terlihat jelas tidak adanya perhatian dari si lawan bicara rekan kerja saya. Dia malah sibuk untuk menceritakan mengenai dirinya juga. Padahal sebenarnya dengan saya bercerita, tentu dengan harapan agar mendapat perhatian dari rekan kerja saya itu. Sungguh sangat amat disayangkan, apabila hal ini terjadi. Karena didengarkan saat kita menuangkan isi hati dan pikiran adalah merupakan salah satu kebutuhan manusia. Maka itu sangat penting bagi kita untuk menguasai cara mendengarkan dengan baik. Ada beberapa tips dari saya, yang semoga bisa sedikit membantu bagi anda yang mengalami kesulitan untuk mendengarkan lawan bicara lebih dari 3 menit.
Pertama, cobalah menempatkan posisi anda sebagaimana di posisi lawan bicara anda. Rasakan apabila anda yang berada dalam situasi seperti dirinya dan sedang membutuhkan orang untuk mendengarkan segala curhatan yang ada. Tentunya anda sangat berharap akan didengarkan bukan?
Kedua, bersabarlah untuk mendengarkan setiap detail pembicaraan. Artinya, lebih baik anda diam dan mendengarkan terlebih dahulu, baru setelah itu merespons lawan bicara anda. Setidaknya anda sudah mendengarkan keseluruhan isi cerita sehingga bisa menyimpulkan dan merespons dengan lebih baik, dibandingkan apabila belum mendengarkan secara keseluruhan cerita, tapi sudah merespons, bisa-bisa respons anda malah kurang tepat jadinya.
Ketiga, sahabat yang baik pasti bersedia mendengarkan. Jika anda memang sahabat yang baik, anda akan bersedia mendengarkan semua cerita, keluh kesah, apapun yang ingin dibagikan dalam bentuk cerita kepada anda. Sahabat tentunya akan saling berbagi dan dengan mendengarkan anda sudah berbagi dengan sahabat anda.
Tiga tips di atas tidak sulit untuk dipraktekkan, asal kita mau mencoba dan tetap ingat bahwa yang kita lakukan adalah demi kebaikan bersama. Di satu sisi anda akan menjadi seorang sahabat yang paling baik karena bersedia mendengarkan, di sisi lain hubungan anda dengan lawan bicara pun bisa semakin erat karena lawan bicara merasa selalu diperhatikan. Selamat mencoba.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar