Simak ya ^_^
MENDENGARKAN
Kapan
terakhir kali anda benar-benar mendengarkan, saat orang lain sedang
berbicara? Mungkin banyak dari anda yang akan menjawab bahwa anda
selalu mendengarkan. Tapi apakah sudah mendengarkan dengan baik?
Baru
tadi pagi saya mengalami pembicaraan yang berkaitan dengan
“mendengarkan”. Saya cerita ke rekan saya, bahwa dari kemarin
saya sakit dan sebenarnya hari ini rencananya tidak mau masuk kantor,
tapi mengingat tugas-tugas yang ada, akhirnya saya masuk. Tapi dia
malah merespons dengan juga menceritakan keluhan dia. Dia juga batuk
dan nanti siang mau ke dokter. Merasa kurang direspons, saya mencoba
menarik perhatian lagi dengan bercerita bahwa seharusnya saya masih
beristirahat di rumah, mana ternyata bos juga tidak masuk. Dan dia
kembali merespons dengan menceritakan keluh kesah nya. Menurut saya
ini contoh di mana orang tidak mendengarkan. Memang benar, teman saya
itu juga sakit, tapi alangkah baiknya jika dia terlebih dahulu
merespons cerita saya, baru dia bercerita bahwa dirinya juga sakit.
Jika demikian, pasti saya juga akan memberikan respons penuh
perhatian kepadanya. Tapi karena dia dari awal tidak memberikan
perhatian itu kepada saya, saya pun akhirnya tidak mau meresponsnya.
Bagi
saya sangat penting untuk mendengarkan. Karena dengan mendengarkan,
kita bisa merasakan apa yang dirasakan orang lain. Dengan demikian
kita juga bisa menunjukkan perhatian kita pada orang yang sedang
bercerita. Dari contoh di atas, terlihat jelas tidak adanya perhatian
dari si lawan bicara rekan kerja saya. Dia malah sibuk untuk
menceritakan mengenai dirinya juga. Padahal sebenarnya dengan saya
bercerita, tentu dengan harapan agar mendapat perhatian dari rekan
kerja saya itu. Sungguh sangat amat disayangkan, apabila hal ini
terjadi. Karena didengarkan saat kita menuangkan isi hati dan pikiran
adalah merupakan salah satu kebutuhan manusia. Maka itu sangat
penting bagi kita untuk menguasai cara mendengarkan dengan baik. Ada
beberapa tips dari saya, yang semoga bisa sedikit membantu bagi anda
yang mengalami kesulitan untuk mendengarkan lawan bicara lebih dari 3
menit.
Pertama,
cobalah menempatkan posisi anda sebagaimana di posisi lawan bicara
anda. Rasakan apabila anda yang berada dalam situasi seperti dirinya
dan sedang membutuhkan orang untuk mendengarkan segala curhatan yang
ada. Tentunya anda sangat berharap akan didengarkan bukan?
Kedua,
bersabarlah untuk mendengarkan setiap detail pembicaraan. Artinya,
lebih baik anda diam dan mendengarkan terlebih dahulu, baru setelah
itu merespons lawan bicara anda. Setidaknya anda sudah mendengarkan
keseluruhan isi cerita sehingga bisa menyimpulkan dan merespons
dengan lebih baik, dibandingkan apabila belum mendengarkan secara
keseluruhan cerita, tapi sudah merespons, bisa-bisa respons anda
malah kurang tepat jadinya.
Ketiga,
sahabat yang baik pasti bersedia mendengarkan. Jika anda memang
sahabat yang baik, anda akan bersedia mendengarkan semua cerita,
keluh kesah, apapun yang ingin dibagikan dalam bentuk cerita kepada
anda. Sahabat tentunya akan saling berbagi dan dengan mendengarkan
anda sudah berbagi dengan sahabat anda.
Tiga
tips di atas tidak sulit untuk dipraktekkan, asal kita mau mencoba
dan tetap ingat bahwa yang kita lakukan adalah demi kebaikan bersama.
Di satu sisi anda akan menjadi seorang sahabat yang paling baik
karena bersedia mendengarkan, di sisi lain hubungan anda dengan lawan
bicara pun bisa semakin erat karena lawan bicara merasa selalu
diperhatikan. Selamat mencoba.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar